Al-Qur’an Tempat Kebenaran Sejati
Pagi ini kebetulan ga sengaja beradu tembang macapat dengan pak Bambang Kusumanto dll di Facebook. Mencoba mengingat tembang jawa yang dulu diwajibkan kepada anak2 SD di Jawa Tengah & Jogja (mungkin Jawa Timur juga). Baik itu Pangkur, maskumambang, Sinom, Dhandhanggulo, Kinanthi, Pocung dll. Kemudian pak BK mengilhami untuk saya bahas salah satu lagu Dhandanggulo berikut:
Jroning Qur’an nggoning rasa yekti, nanging ta pilih ingkang uninga
Kejaba lawan tuduhe, nora kena den awur
Ing satemah nora pinanggih, mundhak katalanjukan, temah sasar susur
Yen sira ayun waskita, sampurnane badanira puniki, sira anggegurua
Arti singkatnya adalah sbb:
Dalam Al Qur’an terdapat kebenaran sejati, tetapi hanya yang terpilih yang tahu, Dan juga yang mendapatkan petunjuk, hal itu tidak bisa sembarangan
Pada bagian yang tersirat jangan kebablasan, jangan sampai kesasar. Apabila engkau ingin bijaksana, mencapai kesempurnaan dalam hidup, maka bergurulah.
Berikut penjelasannya:
**Jroning Qur’an nggoning rasa yekti.
Kebenaran sejati adanya adalah dalam kitab suci (Al Qur’an). Tentu bukan hanya sekedar membacanya atau malah hanya mendengarkan kasetnya. Tapi memahami isi dan pesan yang disampaikan dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Barangsiapa berpegag teguh dan menyandarkan hidupnya pada Quran maka niscaya tidak akan tersesat.
**Nanging ta pilih ingkang uninga, kajaba lawan tuduhe,
Hanya mereka yang terpilih yang akan mendapatkan petunjuk. Bersyukurlah kita semua yang dipilih untuk menetapi hidayahNya. Innalloha yahtassu birohmatihi man yasa’.. Kalau orang sudah terpilih mendapat hidayah maka tidak akan ada yang bisa menyesatkan.
**Nora kena denawur ing satemah nora pinanggih, mundhak ketelanjukan, temah sasar susur.
Quran itu tempatnya kebenaran. Namun dalam mengartikan ternyata tidak boleh sembarang. Semua harus didapat dari hasil proses mengkaji. Bukan hanya baca tafsir lewat buku maupun internet. Man qola bikitabillahi azza wajalla biro’yihi, fa asoba faqod akhto’. Artinya barang siapa mengatikan Al-Quran hanya berdasar pendapat opini/pendapat sendiri, meski benarpun tetap dihukumi salah. Jadi marilah mengaji dengan proses yang benar.
**Yen sira ayun waskitha, sampurna ing badanira, sira anggegurua.
Jadi bila kita ingin mendapat kesempurnaan iman, mari mengaji kepada guru, ustadz, mubalegh yang mereka sudah mengkaji sebelumnya kepada gurunya hingga tersambung isnadnya sampai Nabi Muhammad SAW.
Terakhir, saya jadi ingat lagu disaat masih ngaji caberawit..
Yang lupa atau belum tahu mari menyanyikan bersama, jangan lupa ajarkan juga kepada anak2 Anda. Semoga menambah motivasi dalam mengaji caberawit.
Poro sedulur, Jaler lan estri
Monggo to sami sedoyo ngaji
Ngaji Qur’an lan Sunah nabine
Maca Makna lan keterangane..
Artinya:
Saudara-saudarku, Lelaki maupun perempuan
Mari kita semua mengaji
Mengaji Qur’an dan sunah nabi (hadist)
Membaca, Memaknai dan menerangkan (menuliskan keterangannya)
Posting ini hanya cantolan, namun dari tulisan sederhana terkadang bisa memberi pemahaman lebih. Semoga bermanfaat..