Video 9 Bulan dalam Kandungan
Nemu video keren di Youtube tentang perjalanan 9 bulan di dalam kandungan menuju kelahiran. Salah satu ketakjuban akan keAgungan Alloh dengan ciptaannya. Semoga bermanfaat..
Nemu video keren di Youtube tentang perjalanan 9 bulan di dalam kandungan menuju kelahiran. Salah satu ketakjuban akan keAgungan Alloh dengan ciptaannya. Semoga bermanfaat..
Sebelumnya ga terbayang nih bakalan menulis tentang tema sebuah sikap yang bernama ramah. Namun akhir-akhir ini saya serasa belajar menyadari akan arti keramahan. Beberapa kali teman memberi tahu bahwa kesan pertama mereka saat bertemu dan berkenalan dengan saya, terkesan saya seorang pribadi yang diam, dingin sekaligus misterius. Namun mereka buru-buru mengoreksi setelah beberapa kali bertemu sehingga menghilangkan opini introvert pada diri saya.
Pernah dalam sebuah sesi salah satu sesi kuliah Human Resource, dosen saya memang menilai saya tergolong pribadi introvert. Namun sekali lagi, bergulirnya waktu membuat penilaian dosen saya mulai kabur. Saya bukanlah orang yang berpribadi ganda, namun saya menyadari memang ada kecenderungan bahwa saya berusaha mempelajari suasana baru dan tidak ingin langsung berbicara didalamnya. Selesai sebuah diskusi, pernah saya ditanya seorang psikolog kenapa saya mengawali diskusi dengan diam namun mengakhiri dengan penuh energi berapi-api. Dan saya menjawab saya bukan tipe orang yang mencoba sok memimpin, namun lebih senang mengawalinya dengan mempelajari sebuah komunitas atau medan pertempuran. Disaat orang lain sedang menunjukkan ego dan idealisnya, saya justru secara tidak langsung menemukan senjata rahasia yang siap melumpuhkan.
Kembali ke topik utama tentang sebuah keramahan. Menurut saya keramahan berdiri diantara introvert dan extrovert. Dan disitulah seharusnya saya harus mulai belajar. Bertemu siapa saja baik baru berkenal maupun tidak dengan modal keramahan. Saya tersadarkan karena sebuah keramahan telah berhasil ‘membunuh’ saya. Keramahan yang menjadikan sebuah penilaian pada seseorang menjadi salah satu poin utama. Sesuatu yang selama ini tidak saya anggap sebagai salah satu poin dalam menilai dan memilih, namun berubah menjadi alasan terkuat dalam memilih. Sungguh keramahanmu telah mendinginkan dan meluluhkan hatiku. Semoga kali ini pilihanku adalah sebuah keputusan yang tepat. Apalagi sekarang rasanya sebuah keramahan mulai mahal harganya. Sekali lagi karena keramahan itu berhasil “membunuhku”..